Pentingnya Komunikasi
Ehemmm…baiklah the readerss…sesuai judulnya maka saya akan menunjukkan betapa pentingnya komunikasi bagi kita. Karena saya bergelut di ranah tenaga kesehatan maka saya akan berbagi kepada teman-teman semua bahwasannya komunikasi itu sangat penting sekali bagi para tenaga kesehatan.
Ners Vs Pasien
Suatu hari (isttttt……suatu hari mulu yakkkk ya udah diganti deh), ketika pagi menjelang tepatnya pada pukul 07.30 WIB di rumah sakit Mifta Hussa’adah (aminnnnn) seorang ners/perawat sedang berkeling untuk mengecek pasien dan melakukan berbagai tindakan keperawatan dari satu pasien ke pasien lainnya. Kemudian ners tersebut tibalah diruang E dengan 10 pasien diruang tersebut…
Ners : (sedang mengecek pasien 1)Pasien 2: (datang terengah-engah menahan napas sambil membawa selang impus dari ujung sudut ruangan ketempat dimana ners sedang melakukan intervensi ke pasien 1)
Ners : iy pak ada yang bisa saya bantu ???? (tanpa menoleh pasien 2 dan sibuk mengganti pembalut luka pasien 1)
Pasien 2 : buk… aku lelah….(sambil tersedak-sedak)
Ners : iya pak silahkan berbaring ditempat tidur anda (jawab ners cuek karena sibuk mengganti perban pasien 1)
Pasien 2 : bukkk…aku lelah (dengan nada yang agak lebih keras dari sebelumnya)
Ners : (sedikit pun belum menoleh), iya Pak…berbaring saja ditempat tidurrr
Pasien 2: bukkkkkkkk………SAYA LELAH…ADAKAH OBATNYA (suara keras seakan memenuhi ruangan, kemudian pasien 2 tersedak dan terbatuk-batuk)
Ners : (setengah kaget kemudian melihat kondisi pasien 2) Ohh…bapak batuk ???
Pasien 2: ao buk, lah dari tadi aku omongke…..PEKAK ape kamu tuhhhh??????
Catatan
Lelah : dalam bahasa indonesia artinya batuk
Ao : iya
Omongke : bicarakan
Pekak ; tuli
Hikmahnya
Sebagai perawat profesional, kesalahan yang dilakukan perawat tersebut adalah bersikap cuek terhadap pasien 2. Walaupun ia terjebak dalam kondisi yang mengharuskan ia menyelesaikan tugasnya kepada pasien 1 terlebih dahulu namun alangkah baiknya kalau perawat tersebut lebih bersikap peka terhadap semua pasien termasuk pasien 2. Karena sebagaimana kita tahu bahwa baik medis maupun paramedis tentunya mereka tahu bahwa mereka bekerja didunia yang penuh resiko dan memerlukan iritabilitas yang tinggi terhadap pasien.
Selanjutnya mengenai pasien, saya tidak bisa berkomentar apa-apa tentang pasien karena tak ada yang berhak dituntut dari pasien kecuali mengharapkan pasien untuk menaati peraturan rumah sakit atau mendapat imbalan atas jasa pelayanan yang diberikan.
Kembali kepada apa yang semestinya dilakukan seorang perawat tadi merupakan contoh sekelumit cerita bahwa komunikasi sekecil apapun itu sangat berperan penting. Hanya karena perawat tidak mengerti bahasa setempat bisa-bisa memacu konflik dengan pasien yang sebenarnya hal ini bisa dicegah. Jadi kesimpulannya Komunikasi yang jelek dapat menjadi pangkal konflik dengan pasien yang kemudian dapat berujung kepada negligence…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar