PENAKLUK WAKTU

PENAKLUK WAKTU

Kamis, 24 Juli 2014

Tentang Laki-Laki yang KASAR.

aku tak mengerti mengapa ia yang berupa manusia layaknya pasti masih memiliki perasaan. Wajahnya selalu kusut dan kalut. Pandangan matanya tajam mencerminkan dendam dan kemarahan. Ia punya kebiasaan bangun sangat siang. Wajar. Karena ia selalu pergi malam dan pulang keesokan harinya. Aku tak tahu apa yang dkerjakannya. Yang kutahu ia adalah laki-laki yang sangat berharga dalam hidupku. Aku semakin tak mengerti ketika ia dengan ringannya mengeluarkan kata-kata kasar terhadap ibunya. Allah. Investasi dosa apakah yang sudah kami tanam kepadanya hingga ia bersikap seperti ini.
pikirannya selalu dibayang-bayang dengan electron-elektron negative yang tanpa ia sadari semakin menggerogoti jiwanya sendiri. Kasihan sekali ia. Lagi-lagi aku meminta belas kasihmu Allah. Lagi dan lagi.
lembutkanlah hatinya. Lembutkanlah hatinya.

Selasa, 22 Juli 2014

ketika di rumah hal yang paling aku sukai adalah mendengar kicauan burung yang selalu bertengger di atas genteng depan rumah. kicauan burung ini mengingatkan aku akan suasana masjid bayumi wahab yang ada dipinggiran jalan sesudah pasar inderalaya. aku menyebutnya masjid megah diantara masjid lainnya di kota inderalaya. kota inderalaya: mozaik-mozaik harapan terkumpul dan membeku menjadi asa serta tertancap azzam yang tak pernah goyah. empat tahun mencicipi pendidikan di sriwijaya jungle city seakan di detik-detik terakhir baru menyadari akan makna di balik ini semua. terkadang keinginan kita tidak selalu menjadi nyata.. atau mungkin hanya tertunda sebentar.. dan rinduku pada kota seberang pun seakan memudar malah aku merindukan kota yang dipisahkan selat bosporus. entahlah rasanya kota itu mengundang pensaran yang tinggi. Kota yang dulunya sempat ditaklukan al fath.

Sabtu, 19 Juli 2014

Amanah, Jalan Allah Mentarbiyah Kita

Detik-detik pasca menjelang pendemisioneran. Sulit sekali rasanya teman-teman Riza, Amrina , Miranti, Anjas, Felia, Syofwatun, Amel, Lili dll melepas amanah ini untuk adik-adik.
namun waktu tak kan pernah terulang. Mau tidak mau. Sulit atau gampang amanah ini harus berakhir. Penulis mencoba mengevalusi terkait beberapa kelemahan dan kelebihan keperiodean tahun 2012-2013.
Keperiodean ini bisa dibilang masa continuing visi. Artiny masa lanjutan visi dari keperiodean sebelumnya. Pergerakan terfokus pada internal yang berhasil mengadvokasi beberapa kebijakan seperti pemilihan kaprodi, kelancaran berbagai event, serta income perekonomian yang dinilai cukup baik. sosok kepemimpinan di tahun ini jua diperkuat dengan capacity network building yang dimiliki oleh wakil ketua bem hingga pergerakan bem bisa dibilang merupakan kompilasi dari dua sosok yang memiliki area masing-masing hingga bem memiiki sesuatu bendungan kekuatan yang tak mudah dilemahkan.
sayangnya keperiodean ini terdapat cacat dalam berbagai sinergitas antar sector jobdesk.
sinergisasi memang hal yang sulit di tengah euphoria akademik yang semakin ketat menuntut mahasiswa. Pressure ini berefek buruk dalam perkembangan dinamisasi kampus. Kampus kian sepi dengan rapat-rapat yang padahal sangat menentukan keberhasilan visi ke depan. Acara yang diadakan terkesan mendekati DEADLINE. Semangat pun kian berguguran di tengah jalan hingga berujung pada konflik pribadi yang seharusnya bisa dinetralisir.
Namun itulah kenikmatan yang tiada ternilai harganya. Teringat kata-kata ketua bem sebelumnya bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang sejauh mana bertahan dalam jalan ini.
jalan ini adalah jalan Tuhan untuk mentarbiyah kita. Jalan Tuhan untuk mendidik kita menjadi pribadi yang bijak lagi hingga Kau akan tersadar bahwa kau sekarang sudah mampu berdiri tegar di atas kakimu sendiri dan kau yakin bahwasanya ALLAH MA’ANA.

(Iam Coming Turkey)


SENJA KU di Sriwijaya Jungle City

Sore itu, aku tak pernah menyangka bahwa pertemuan ku dengan Tiara, Nike dan mbak Neng harus membawa ku pada fakta yang nyata bahwa kampusku universitas sriwijaya sungguh menakjubkan mata bagi siapapun yang melihat. Di tengah rutinitas kampus yang dibatasi oleh ruang-ruang dinding hingga membuat mata semakin jenuh untuk memandang dan otak semakin keruh untuk berpikir serta hati makin kacau untuk melihat kebaikan, ternyata masih ada tempat seindah ini yang uniknya belum pernah kudatangi di universitas sriwijaya. Teman-teman menyebut tempat ini “DANAU UNSRI”
Mbak Neng berteriak. Aku pun tersenyum sumeringah. Maka Nikmat TuhanMu yang mana lagi kah yang kau dustakan!!!


Maha suci Allah yang menciptakan mata ini untuk memandang.
Tiara dan Nike yang acapkali ke tempat ini hanya senyum simpul melihat tingkah kami berdua. Mereka membuka tas lalu mengambil benda persegi lalu membacanya. Heningnya. Ditambah alunan surah Arrahman yang dibaca mereka berdua.
Aku pun berbaring di bawah langit nan biru lalu aku mencoba memejamkan mata lalu membuka mata kembali.
Aku pun tak mau melewati momen indah indah. Momen saat mentari akan masuk ke peraduan malamnya. Senja. Senja saat itu saat energy-energy negatifku ternetralkan oleh indahnya Alam ciptaanNya..


(Iam coming, Turkey)


MY FAMILY IS EVERYTHING

Asyari Muslimin, Tokoh Inspiratif


Asy'ari Muslimin :)
terngat salah satu tokoh dalam islam.
namun naasnya ia bukanlah salah satu tokoh islam yang disebut-sebut dalam sejarah. bahkan mungkin ia tak mampu mencetak sejarah. Malangnya nasibmu justru menguatkan sekitarmu..
15 tahun suatu keajaiban Tuhan yang ada dalam hidup ini.
teruntukmu ibu...
wanita hebat dan luar biasa yang memiiki putra yang luar biasa. putra yang penuh inspiratif. darinya Allah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur.
darinya, Allah mengajarkan untuk adil dalam memanfaatkan potensi yang luar biasa dalam hidup ini...
The Miracle of Allah...
Kau adalah Keajaiban Tuhan... Tokoh Inspiratif

LEBAY: Tips and Trick Mengoptimalkan Kemampuan Memorizing Otak

PELUPA???? BUKAN semata KARENA USIA
Jadi teorinya begini semakin sering otak di stimulasi maka semakin banyak pula neuron-neuron dalam otak yang akan bersinapsis. Esensinya sebuah otak memang mempunyai jumlah neuron yang sangat banyak, namun itu tiada jumlah neuron yang banyak itu tiada bersinaps. Jadi yang terpenting dari sebuah otak adalah sinaps-sinaps yang saling berhubungan. Memang benar, semakin tutup usia sel neuron otak akan mati, dan sebagai mana pula kita ketahui sel otak tidak bisa beregenerasi sebagaimana sel saraf lain. Tapi, yang lebih penting dari itu adalah sinapsis otak yang selalu distimulasi. Oleh karena itu, sering-seringlah menstimulasi otak mu. Caranya????? Otak mempunyai persepsi memori, setiap informasi yang kita dapatkan akan tersimpan dalam memori tersebut namun, informasi pertama kali yang masuk ke otak tersebut tiada mudah sekali untuk diingat kembali. Butuh review beberapa kali agar informasi tersebut mudah diingat. Lalu, kaitannya dengan belajar apa?????? The keysnya Otak tidak bisa membedakan mana yang khayal dan nyata. Jadi, buat lah informasi yang akan kamu simpan ke otak sefantastik mungkin dan sehiperbola mungkin.
Faktanya mengapa kata “KAMPSEUPAY, euyyy” mudah diingat sekali.. karena pesinetron yang mengucapkannya selalu dengan gaya yang khas dan sangat lebayyyy. Jadi, begitulah dengan belajar. Misal jika kamu ingin mengingat kata-kata berikut…
ApeL,kelapa,elang, lukisan,salju, pensil,rambutan, kadal,kubik dan srikaya
saya yakin kamu butuh waktu lebih dari 15 menit sampai kamu benar-benar ingat. Dan esok hari pun tidak menjamin apakah kamu masih ingat atau tidak.
Caranya adalah dengan merangkai kata-kata tersebut karena memang semua yang disukai otak adalah suatu kesatuan yang saling menyatu dan berkesinambungan bukan sesuatu yang saling terpisah-pisah. Belajar dari otak yukk yang sukanya bersinapsis daripada terpecah belah. Lalu, ngapain tuhhhh terjadi anarkisme / perkelahian massal antar kubu. Eh… kok kita ngomongin kubu sihhhh biarin tuh para pejabat yang sukanya ngomongin kubu, bukannya mentingin kemaslahatan rakyat malah mementingkan kelompok. Ehhhhh kokkkkk……

okayyy,,, sekarang fokus…
caranya adalah MERANGKAI KATA-KATA TERSEBUT MENJADI KALIMAT YANG FANTASTIK sembari mengkhayalkan,
“APEL dalam batok kelapa terus dibawah oleh kaki elang terbang sambil memegang lukisan… eh tiba-tiba di langit salju turun membentuk rintik-rintik selurus pensil, salju memasuki rawa berpenghuni kadal yang sedang memainkan kubik dan srikaya…….”

LEBIH GAMPANG DIINGAT BUKAN?????


Kilas Balik Mahasiswa

AYO…BANGKIT PEMUDA !!!!!!
JANGAN TITIPKAN REFORMASI PADA SIAPAPUN Hidup mahasiswa….
sebuah jargon yang sering didengarkan dan dijunjung tinggi oleh seorang mahasiswa. Jargon yang mampu memacu adrenalin jiwa sang pemuda. Jargon yang mampu mengobarkan api semangat pemuda indonesia yang bergelarkan mahasiswa. Namun, apalah arti sebuah jargon tersebut jika dalam faktanya tak banyak yang bisa dilakukan seorang mahasiswa untuk negara dan bangsanya.
Dunia kampus kini kian hari kian sepi dengan aktivis-aktivis yang selalu menjadi kritikus dalam setiap kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kian hari semangat idealistik mahasiswa kian surut. Bahkan pergerakan mahasiswa pun tak lagi dianggap sebagai suatu gerakan idealis tapi diklaim sebagai gerakan yang matearilistik, pragmatis dan hedonistik. Ditambah lagi dengan dominasi dari kalangan mahasiswa nasionalis religius yang sering menjadi tanda tanya besar dalam setiap afiliasinya oleh sejumlah masyarakat awam. Tentu tak sama antara mahasiswa dengan pelajar. Apalagi ada embel-embel”Maha” dalam kata tersebut. Maha artinya agung atau besar atau segalanya. Dimana seharusnya memang fase mahasiswa adalah fase segala-galanya ada dalam diri mahasiswa. Semangat yang menyala, keikhlasan dan keyakinan yang kuat mencerminkan identitas seorang mahasiswa. Sayangnya tidak semua mahasiswa menyadari apalagi memberdayakan potensi yang ia miliki. Bahkan berbagai pihak alumnus aktivis kampus sering gregetan menyaksikan pergeseran paradigma baru dalam mind set mahasiswa sekarang. Mahasiswa sekarang terkesan lamban dalam menangkap informasi-informasi, kurang melek terhadap perkembangan-perkembangan negaranya atau bisa dibilang katak dalam tempurung. Hal ini bisa dilihat ketika mahasiswa diwawancarai wartawan mengenai argumentnya terhadap aksi yang dilakukannya, tidak jarang mahasiswa menjawab tidak tahu atau gelagapan dalam memberikan argumentnya. Sejatinya mahasiswa adalah jembatan yang mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan kaum elite pemegang kebijakan. Dengan kesederhanaan jiwanya dan tutur bahasanya yang lugas dan mudah dimengerti masyarakat mahasiswa mampu menampung aspirasi masyarakat. Begitu pun sebaliknya dengan intelektualitas yang tinggi dan berbekal keberanian, mahasiswa mampu menjadi penyambung lidah masyarakat di tengah kaum elite politik pemegang kekuasaan. Namun karakteristik mahasiswa tersebut nampaknya berbanding terbalik dengan realita yang ada sekarang. Mahasiswa sekarang cenderung berpikir pragmatis, subyektif, parsial dan bahkan opportunis. Hal ini sangat wajar jika mahasiswa tidak selalu berupaya untuk mengembangkan potensinya atau pun mengasah pisau analisisnya. Bahkan tradisi-tradisi keilmiahan di kampus seringkali terabaikan oleh sebagian mahasiswa akibat tuntutan hasil belajar akademik. Pada era reformasi ini, mahasiswa dituntut sangat peka terhadap lingkungan dan mampu menjadi figur sebagai problem solver bukan sebagai problem speaker. Negara tidak membutuhkan mahasiswa-mahasiwa yang “asbun” (asal bunyi) ketika kondisi negara dalam keadaan genting seperti sekarang ini, korupsi, kolusi dan nepotisme kian menjamur di tengah kalangan elite politik. Sementara mahasiswa hanyut terbuai oleh sistem pendidikan yang menetaskan mahasiswa bermental katak dalam temperung, tumpul dalam menganalisa keadaan, kurang melek informasi, materialistik bahkan opportunis. Negara sekarang seolah haus menanti insan yang idealisme, objektif, kritis dan solutif. Ide-ide briliant yang solutif dari seorang pemuda yang berpikir idealis sangat dibutuhkan oleh sebuah negara, bukan hanya pemuda yang mampu beretorika dan bercuap-cuap dijalanan. Beranjak kebelakang agar mahasiswa menyadari esensi utama sejatinya mahasiswa itu seperti apa. Bagaimana pemuda memulai mengesensikan dirinya dalam sebuah wadah organisasi Budi Oetomo pada 20 mei 1908. Kemudian pada 28 oktober 1928, pemuda menjadi pemicu api kobaran semangat memperjuangkan kemerdekaan yang diwujudkan dalam gerakan-gerakan pemberontakan-pemberontakan di berbagai wilayah. Puncaknya terlihat jelas bagaimana pemuda memainkan perannya pada tanggal 16 agustus 1945 dimana dengan keberanian dan keyakinannya, para pemuda menculik Soekarno untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Mungkin jika pemuda tidak berani mengambil resiko atau justru mendengarkan nasihat para tokoh tua maka negara Indonesia tidak akan merdeka pada tanggal 17 agustus 1945. Pergerakan pemuda ternyata tidak sampai pada saat perebutan kemerdekaan saja. Namun berlanjut dengan gerakan-gerakan moral yang muak akan ketimpangan sosial dan korupsi birokrasi misalnya pada gerakan mahasiswa era 1965 yang menggelorakan Tritura dan memaksa mahasiswa berkoalisi dengan TNI AD akibat pembunuhan para jenderal pada G30 S/PKI dan alhasil gerakan mahasiswa mendapat dukungan masyarakat dan berakhir dengan runtuhnya rezim Soekarno. Kemudian pada zaman pemerintahan Soeharto Era 1998 terjadi krisis moneter yang berkepanjangan, KKN terjadi disana-sini dan puncaknya gerakan mahasiswa mampu menurunkan rezim Soeharto. Pemuda dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya tidak mendapat intervensi dari pihak manapun. Pemuda yang beridentitaskan mahasiswa mampu melihat yang hitam adalah hitam dan yang putih adalah putih. Pemuda bergerak dengan hati nurani bukan karena kepentingan kekuasaan. Pemuda tidak dapat dihalangi oleh siapapun jika ia meyakini sesuatu itu benar. Bahkan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) atau pun Badan Koordinasi Kampus (BKK) yang dibentuk oleh pemerintah pada Zaman Ode Baru untuk mengawasi gerak-gerik mahasiswa ternyata tidak cukup ampuh untuk mematikan gerakan mahasiswa tapi gerakan mahasiswa justru semakin masif. Karena mahasiswa mampu melihat secara idealistik dan bergerak untuk masyarakat. Inilah sejatinya seorang mahasiswa. Pemuda sekarang adalah cerminan pemimpin masa mendatang. Jika Mahasiswanya sekarang benar-benar seperti yang digambarkan di atas maka tidak bisa dibayangkan bagaimana nasib negara mendatang. Semoga saja masih ada serpihan-serpihan semangat yang tersisa dari pemuda era reformasi sekarang untuk bergerak dinamis, cepat dan mampu memberikan gagasan solutifnya untuk sebuah bangsa. Ayo bangkit, Pemuda !!! mari kita ukir lagi sejarah, jangan titipkan reformasi pada siapapun.
Mifta Hussa’adah
Universitas Sriwijaya

Curcol Sore-Sore

sudah lama tidak melatih jari dalam olahraga ala-ala memainkan tune-tune keyboard hingga menghasilkan tulisan-tulisan inspiratif.. hmmm..... kali ini ana (bahasa arab yang artinya saya) akan sedikit berbagi terkait bagaimana menjadi problem solver saat keadaan benar-benar mempressure kita. saya contohkan misalnya ana yang acapkali ditokohkan sebagai sosok nomer satu ala mahasiswa di program studi ilmu keperawatan (read: ketua BEM PSIK) harus tahan dengan konflik yang tak jarang compilicated. . siapa sih yang tidak mau kuliah nya lancar-lancar saja... Nilai A mulu.. setelah dapat gelar mendapatkan beasiswa. heyyyy... semua orang memimpikan itu semua. namun ada harga mahal yang harus dibayar untuk semua itu. PENGORBANAN dan TAHAN TELINGA. saya contohkan begini.... ketika kamu ingin mencapai puncak tertinggi MAHAMERU untuk merasakan keindahan yang luar biasa disana maka tentu kamu harus melewati jalan yang berbatu, jalan berkelok-kelok atau pun acap sekali jalanan curam yang akan dilewati. ketika teman-teman sekelilingmu banyak yang mundur dan mengajak mu mundur lalu haruskah kamu mendengarkann mereka. sementara sudah begitu banyak pengorbanan yang kamu kuras... hey.. heyy.... bungs.... cengeng sekALI... saat itu lah harusnya kamu menjadi problem solver disaat teman-temanmu sudah letih. jadi ada cerita seorang yang dalam gua dengan teman-temannya.. Lalu mereka tersasar karena ketinggalan dari rombongan. semua CEMAS. lalu, ada sosok yang sangat luar biasa di antara mereka ia MEngucapkan "HEI INI PETA GUA TEMAN2... akhirnya semua energi letih tadi terfokus dalam satu yaitu MEMANFAATKAN PETA untuk keluar dari goa tersebut.. setelah keluar dari goa tersebut... semua berteriak HOREEEE.... tapi ada hal yang harus diakui oleh sosok yang tadi menunjukan peta bahwa peta tersebut adalah Kertas Kosong yang tertumpa tinta lalu membentuk design seperti peta. begitulah HIDUP.. HIDUP ini adalah sebuah keyakinan. keyakinan pada ALLAH SWT yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. lalu masihkah kita bergeming untuk menolak hakikat penciptaan ini dengan mematikan potensi yang diciptakan Tuhan untuk kita. Maka dengan tegas aku akan berkata TIDAK....

sembari Organisasi, Merajut asa menjadi Wirausaha Muda

Berawal dari perkenalan di organisasi, hingga lahirah ......RADJA RAMI. RADJA RAMI artinya Rudi dan Hijrah Ratna dan Mifa Bismillahirrahmanirrahiim... semoga bisnis memiliki efek yang luar biasa baik untuk yang menjalankan maupun orang-orang sekitar #Maka Nikmat Tuhanmu yang Mana lagi yang kau dustakan!!!!