PENAKLUK WAKTU

PENAKLUK WAKTU

Sabtu, 19 Juli 2014

Curcol Sore-Sore

sudah lama tidak melatih jari dalam olahraga ala-ala memainkan tune-tune keyboard hingga menghasilkan tulisan-tulisan inspiratif.. hmmm..... kali ini ana (bahasa arab yang artinya saya) akan sedikit berbagi terkait bagaimana menjadi problem solver saat keadaan benar-benar mempressure kita. saya contohkan misalnya ana yang acapkali ditokohkan sebagai sosok nomer satu ala mahasiswa di program studi ilmu keperawatan (read: ketua BEM PSIK) harus tahan dengan konflik yang tak jarang compilicated. . siapa sih yang tidak mau kuliah nya lancar-lancar saja... Nilai A mulu.. setelah dapat gelar mendapatkan beasiswa. heyyyy... semua orang memimpikan itu semua. namun ada harga mahal yang harus dibayar untuk semua itu. PENGORBANAN dan TAHAN TELINGA. saya contohkan begini.... ketika kamu ingin mencapai puncak tertinggi MAHAMERU untuk merasakan keindahan yang luar biasa disana maka tentu kamu harus melewati jalan yang berbatu, jalan berkelok-kelok atau pun acap sekali jalanan curam yang akan dilewati. ketika teman-teman sekelilingmu banyak yang mundur dan mengajak mu mundur lalu haruskah kamu mendengarkann mereka. sementara sudah begitu banyak pengorbanan yang kamu kuras... hey.. heyy.... bungs.... cengeng sekALI... saat itu lah harusnya kamu menjadi problem solver disaat teman-temanmu sudah letih. jadi ada cerita seorang yang dalam gua dengan teman-temannya.. Lalu mereka tersasar karena ketinggalan dari rombongan. semua CEMAS. lalu, ada sosok yang sangat luar biasa di antara mereka ia MEngucapkan "HEI INI PETA GUA TEMAN2... akhirnya semua energi letih tadi terfokus dalam satu yaitu MEMANFAATKAN PETA untuk keluar dari goa tersebut.. setelah keluar dari goa tersebut... semua berteriak HOREEEE.... tapi ada hal yang harus diakui oleh sosok yang tadi menunjukan peta bahwa peta tersebut adalah Kertas Kosong yang tertumpa tinta lalu membentuk design seperti peta. begitulah HIDUP.. HIDUP ini adalah sebuah keyakinan. keyakinan pada ALLAH SWT yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. lalu masihkah kita bergeming untuk menolak hakikat penciptaan ini dengan mematikan potensi yang diciptakan Tuhan untuk kita. Maka dengan tegas aku akan berkata TIDAK....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar