Sore itu, aku tak pernah menyangka bahwa pertemuan ku dengan Tiara, Nike dan mbak Neng harus membawa ku pada fakta yang nyata bahwa kampusku universitas sriwijaya sungguh menakjubkan mata bagi siapapun yang melihat. Di tengah rutinitas kampus yang dibatasi oleh ruang-ruang dinding hingga membuat mata semakin jenuh untuk memandang dan otak semakin keruh untuk berpikir serta hati makin kacau untuk melihat kebaikan, ternyata masih ada tempat seindah ini yang uniknya belum pernah kudatangi di universitas sriwijaya. Teman-teman menyebut tempat ini “DANAU UNSRI”
Mbak Neng berteriak. Aku pun tersenyum sumeringah. Maka Nikmat TuhanMu yang mana lagi kah yang kau dustakan!!!
Maha suci Allah yang menciptakan mata ini untuk memandang.
Tiara dan Nike yang acapkali ke tempat ini hanya senyum simpul melihat tingkah kami berdua. Mereka membuka tas lalu mengambil benda persegi lalu membacanya. Heningnya. Ditambah alunan surah Arrahman yang dibaca mereka berdua.
Aku pun berbaring di bawah langit nan biru lalu aku mencoba memejamkan mata lalu membuka mata kembali.
Aku pun tak mau melewati momen indah indah. Momen saat mentari akan masuk ke peraduan malamnya. Senja. Senja saat itu saat energy-energy negatifku ternetralkan oleh indahnya Alam ciptaanNya..
(Iam coming, Turkey)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar